Tampilkan postingan dengan label Profil Klub. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Klub. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Oktober 2012



Sam Hollis
1894-1897
Sam Hollis dianggkat menjadi "sekretaris-manager" pada tahun 1894. Dia adalah orang pertama yang diangkat sebagai manajer karena sebelum dia diangkat, tim telah telah di manajeri secara bersama oleh para pemain dan anggota klub. Hollis menghabiskan waktu 3 tahun menangani klub. Selama waktu itu klub berada di papan tengah klasmen di DIvisi dua. Dia pindah ke Bristol City pada tahun 1897

Thomas Brown Mitchell
1897-1898
Thomas Brown Mitchell adalah Manajer profesioanal pertama di Arsenal, bergabung dengan klub tahun 1897. Dia berasal dari Scotlandia, dari daerah Dumfries, Mitchell pindah ke perbatasan selatan sekitar tahun 1867 dan menjabat sebagai sekretaris Blackburn Rovers selama 12 tahun. DIa menangani Arsenal selama 1 musim. DIa mampu membimbing Arenal sampai babak ketiga kualifikasi FA Cup sebelum dikalahkan Brunley di leg pertama. Dia juga berhasil mengangkat klasmen klub dari urutan 10 ke 5 di Liga utama sebelum dia pindah pada bulan Maret 1898. Mitchel kemudian bergabung lagi dengan Blackburn. Pada bulan Agustus 1921, ketika dia berumur 78 dia meninggal dunia.

George Elcoat
1898-1899
George Elcoat, seperti pendahulunya Thomas Brown Mitchell, dia hanya bertahan 1 musim di Arsenal. Elcoat, berasal dari Stockton-on-Tees, menunjukkan minatnya pada pemain di perbatasan utara, contohnya dia memilih 8 pemain Scotlandia di skuad utamanya. Wah, kalau di Indonesia ntar dikira KKN nih bang Elco.haha.. Arsenal finis diurutan ke tujuh di liga utama, pada saat itu peserta liga meningkat jadi 18. Ya menurut admin aifc sih masih setara dengan musim sebelumnya kalo gitu, kan masih di papan tengah klasmen. Kala itu Arsenal kalah oleh Derby di babak pertama FA Cup. Dia meninggal di Stockton-on-Tees pada tahun 1929, berumur 65 tahun

Harry Bradshaw
1899-1904
Harry Bradshaw merupakan penerus dari George Elcoat dan selama 5 tahun, dia telah merubah peruntungan klub. Dia dianggap sebagai manajer yang pertama kali sukses di Arsenal. Bradshaw membangun reputasinya di Burnley dari tahun 1891-1899, dia mempunyai taktik yang cerdas, membawa Arsenal meraih finish di 3 besar di Liga tahun 1902/1903. Bradshaw pindah ke Fulham dan setelah itu menjadi sekretaris di Liga Selatan sebelum dia meninggal pada tahun 1924.

Phil Kelso
1904-1908
Phil Kelso adalah pria Scotlandia yang pekerja keras. Sebelum melatih Wolwich Arsenal, dia adalah pelatih di Hibernian. Menangani Arsenal dari tahun 1904-1908. Kelso mampu membawa klub 2 kali berturut-turut diurutan 4 pada ajang FA Cup tetapi tidak terlalu membuat peningkatan pada kompetisi Liga. Setelah meninggalkan Arsenal, dia kembali ke Scotlandia dan menjalankan bisnis hotel di Largs, sebelumnya dia menjadi manajer Fulham tahun 1905. Dia tinggal di London Barat selama 15 tahun sebelum meninggal pada tahun 1935, umur 64 tahun.

George Morrell
1908-1915
George Morrel menjadi Manajer Wolwich Arsenal dari tahun 1908 sampai 1915, dan mengatur kepindahan klub dari Plumstead di London Timur, ke kandang baru di Highbury di London Utara. Morrell terpaksa menjual pemain terbaiknya tetapi dia masih mampu membawa tim di urutan 6 klasmen Liga di tahun pertamanya. Sayangnya, dialah satu-satunya manajer yang merasakan Arsenal tergedradasi, Wolwich Arsenal turun ke kasta ke dua dari Divisi Utama ke Divisi Kedua setelah finis pada dasar klasmen tahun 1913. Tetapi setelah itu Morrell membawa Arsenal finish diurutan ke 5 Divisi Dua pada tahun 1915, hal itu sudah cukup membawa Arsenal kembali naik lagi ke Divisi Utama. Ini adalah pengalaman pertama Arsenal turun kasta, menurut admin aifc mungkin ini dikarenakan kepindahan Stadiun yang membuat Manajer menjual pemain-pemain terbaiknya. Wenger juga melakukan itu diera ini dengan memindahkan kandangnya ke Emirates, tapi dia masih mampu membawa Arsenal selalu masuk Liga Champions.

Leslie Knighton
1919-1925
Lesli Knighton ditunjuk sebagai manajer Arsenal pada tahun 1919, yang sebelumnya menangani Huddersfield dan Man City. Dia menangani Arsenal selama 6 tahun, tapi klub tidak pernah finish lebih baik dari urutan 10 klasemen (menyedihkan, haha). Dia didepak pada diakhir musim tahun 1925, dan dia digantikan oleh manager yang akan menjadi Legenda Arsenal, yaitu Herbert Chapman. Setelah keluar dari Arsenal, Leslie menangani Bournemouth, Birmingham, dan Chelsea.

Herbert Chapman
1925-1934
Kelahiran Sheffield-Herbert Chapman tidak hanya berpengaruh pada Arsenal, tetapi juga pada sepakbola Inggris kala itu, Konsep dan ide-idenya menjadi panutan seluruh tim dan manajer-manajer di dunia. Dia menangani Leeds City dan Huddersfield Town sebelum datang ke Highbury. Dialah orang yang mengenalkan formasi 3-3-4 atau "WM" Formation, dan memenangkan piala FA tahun 1930 dan juara liga Divisi Utama. Pada tahun 1930/1931 dia memecahkan rekor sebagai manajer timnya mampu melesatkan 127 gol. Dia memenangkan Liga lagi 2 tahun kemudian, sebelum kejadian tragis yang membuatnya meninggal pada tahun 1934 di usia yang ke 55 tahun. Sebuah patung perunggu Chapman berdiri di Highbury sebagai penghargaan atas prestasinya bersama Arsenal. Manjajer legendaris!!!

George Allison
1934-1947
George Allison lahir di Darlinton dan berprofesi sebagai jurnalis sebelum pindah ke London tahun 1905. Dia menjadi editor program Wolwich Arsenal, dan kemudian menjadi komentator radio yang pertama saat final FA Cup antara Arsenal dan Cardiff City tahun 1927. Dia kemudian menjadi sekretaris klub dan kemudian menjadi direktur manajer, sebelum menangani Arsenal pada bulan Juni 1934. Allison membawa klub memenangkan 2 gelar liga. Dia juga memenangkan piala FA tahun 1936 dan memeangkan liga lagi tahun 1938. Allison memutuskan untuk mengundurkan diri dan pensiun pada akhir musim 1946-1947. Wah, keren banget ya curiculum vitaenya, dari seorang jurnalis, manjadi komentator, dan akhirnya menajadi manajer yang mampu memenangi gelar. Aifc kasih salut dah.

Tom Whittaker
1947-1956
Tom Whittaker lahir di Aldershot, Hampshire. Bergabung dengan Arsenal tahun 1919 sebelum menjadi pelatih utama klub di bawah Herbert Chapman tahun 1927. DIa menjadi pelatih fisioterapi di era George Allison tahun 1947. Dia memenangkan liga tahun 1948 dan 1953 dan FA Cup tahun 1950 sebelum kematiannya karena serangan jantung tahun 1956, pada usia 58 tahun.

Jack Crayston
1956-1958
Jack Crayston lahir di Lancashire tahun 1910 dan ditunjuk sebagai manajer Arsenal pada bulan November tahun 1956. Dia adalah mantan pemain Arsenal yang telah melakukan 187 penampilannya untuk klub. Crayston berhasil memperbaiki peringkat Arsenal dari klasemen 11 ke tempat klasemen 3 di Liga, sebelum dia mengundurkan diri saat Arsenal finish diurutan ke 5 di akhir musim. Dia mengundurkan diri setelah 24 tahun mengabdikan dirinya untuk klub pada bulan Mei 1958, lalu dia menangani Doncaster Rovers. Crayston meninggal pada tahun 1992

Goerge Swindin
1958-1962
George Swindin, mantan kiper Arsenal dengan 297 penampilannya di tim inti, diundang untuk menangani Arsenaldi Highbury tahun 1958, dia sebelumnya telah sukses sebagai manajer Peterborough United. Dia juga yang melakukan perubahan terhadap staff pemain saat musim pertamanya berhasil membawa Arsenal bertengger diurutan ke tiga klasemen. Setelah meninggalkan Arsenal, Swindin pindah ke Norwich City, Cardiff City, Kettering dan Corby sebelum pensiun di Spanyol. Dia meninggal pada bulan Oktober 2005, umur 90 tahun.

Billy Wright
1962-1966
Billy Wright lahir di Shropshire tahun 1924 dan dia adalah pemain pertama yang memenangi lebih dari 100 kali untuk Timnas Inggris, dan menjadi kapten lebih dari 90 kali termasuk saat gelaran piala dunia tahun 1950, 1954, dan 1958. Dia menjadi manajer Arsenal tahun 1965-1966, dimana Arsenal hanya bertengger diurutan ke 14 di Liga dan tersingkir oleh Blackburn pada babak knocked out Piala FA. Setelah meninggalkan profesi manajer dia menjadi pengisi acara televisi ATV. Dia menerima penghargaan orang yang paling berpengaruh di Sepak Bola Inggris pada tahun 2002

Bertie Mee
1966-1976
Bertie Mee lahir di Bullwell Notinghamshire dan memanajeri Arsenal dan memenangi double winner Liga dan FA Cup tahun 1971. Dia menjadi manajer tahun 1966, dan merekrut Dave Sexton dan Don Howe sebagai asisten. Di bawah bimbingannya, Arsenal berhasil meraih final Piala Liga tahun 1968 dan 1969, tetapi semuanya kalah. Meskipun begitu, akhirnya Arsenal memenangi tropi setelah mengalahkan Anderlecht agregat 4-3 pada Piala Inter-Cities Fairs Cup. Juara Liga dimenangkan di White Hart Lane, rival Arsenal Tottenham Hotspurs. Lima hari kemudian Arsenal berhasil mengalahkan Liverpool 2-1 dan menjadi juara FA Cup di Wembley. Mee mengundurkan diri tahun 1976. Dia meninggal tahun 2001, saat umurnya 82 tahun.

Terry Neill
1976-1983
William John Terence "Terry" Neill lahir bulan Mei tahun 1942 di Belfast dan menjadi pemain Arsenal tahun 1959. Dia pensiun tahun 1973, dan menjadi suksesor manajer Spurs Bill Nicholson. Dia menjadi manajer Spurs selama 2 tahun. Kemudian dia direkrut oleh Board Arsenal untuk menjadi manajernya pada tahun 1976. Meraih 3 kali final FA Cup tahun 1978-1980, dan menang tahun 1979. Dia juga meraih juara Piala Winners tahun 1980. Dia pensiun pada Desember tahun 1983.

Don Howe
1984-1986
Donald 'Don' Howe lahir 12 Oktober 1935 dan dia sebelumnya adalah pemain WBA sebelum Billy Wright merekrutnya tahun 1964 dan menjadikannya kapten. Howe pensiun dan menjadi pelatih tim reserve Arsenal, sebelum dia menjadi pelatih tim utama tahun 1968. Dia kemudian kembali ke klub lamanya WBA, dan berkelana bergabung ke klub Galatasaray, dan Leeds United. Setelah itu dia kembali bergabung kembali menjadi manajer Arsenal tahun 1983 dan mendatangkan Tony Adams, David Rocastle dan Niall Quinn sebelum mengundurkan diri pada Maret 1986.

George Graham
1986-1995
Seorang mantan pemain Arsenal, George Graham kembali ke Arsenal tetapi menjadi Manajer tahun 1986 setelah 3 tahun menangani Milwall. Dia memenangkan 2 Juara Liga, 2 Piala Liga, dan 1 Piala FA dan Piala European Cup selama 8 tahun menangani Arsenal. Dia mampu membuat Arsenal dominan kala itu. Dialah yang membangun Arsenal menjadi tim yang bagus dan mampu sempurna menerapkan jebakan offside. Dia mendatangkan Ian Wright. Setelah tahun 1995, Graham pindah menjadi Manajer Leeds United dan Tottenham Hotspurs. Dia sekarang menjadi komentator sepakbola.

Bruce Rioch
1995-1996
Bruce Rioch sebelumnya adalah Manajer Bolton Wanderers, dan menjadi suksesor Graham pada tahun 1995 dan hanya bertahan 1 tahun di Arsenal. Dia mampu membawa Arsenal masuk di UEFA Cup tahun 1995-1996, dengan mengalahkan Everton, Blackburn, dan Tottenham Hotspur disaat laga terakhir musim itu. Dia juga mampu mencapai semi final Piala Liga tetapi kalah gol tandang dari Aston Villa. Setelah meninggalkan klub dia menjadi asisten Stewart Houston di QPR. Dia kemudian menangani Norwich City dan Wigan Athletic dan sekarang dia menangani klub Demark, Odense.

Arsene Wenger
1996-Sak Modare
Arsene Wenger bergabung dengan Arsenal bulan September tahun 1996. Sebelumnya dia telah memanajeri Monaco dan Grampus Eight (Jepang). Dia berhasil menjuarai liga dan memenangi FA Cup di tahun 1998 dan kemudian dia juga menjuari Liga Primer tahun 2002 dan 2004. Dia meraih 4 piala FA. Dia juga membawa Arsenal ke Final UEFA Cup tahun 2000, dan kalah penalti dari Galatasaray. Tahun 2004 dia menjuarai Liga dengan predikat tak terkalahkan sepanjang sejarah/unbeaten. Dia juga mampu membawa Arsenal sampai ke Final Liga Champions UEFA tahun 2006, tapi kalah tipis oleh Barcampret karena Barcampret di bantu wasit.wkwkw.. Dia juga yang berpengaruh dalam kepindahan stadiun Arsenal dari Highbury ke Emirates Stadium/ Asburton Grove

-minudin-


Sabtu, 08 September 2012


Era 1886-1980 Arsenal didirikan di daerah Woolwich, bagian tenggara kota London pada 1886 dengan nama Dial Square, lalu dengan cepat berganti nama menjadi Royal Arsenal. Tahun 1891 nama mereka diganti menjadi Woolwich Arsenal. Pada tahun 1913, klub ini pindah ke wilayah utara, tepatnya di daerah Highbury dan membangun Stadion Highbury, yang menjadi markas baru mereka. Saat pindah lokasi itulah, nama depan klub mereka, yaitu Woolwich dihapus sehingga hanya nama Arsenal yang tersisa. Selain itu karena lokasi stadion Arsenal dekat dengan markas Tottenham Hotspur, maka tak heran jika pertandingan Arsenal vs Tottenham Hotspur disebut "North London derby" dan merupakan salah satu derby terpanas di London.




Kejayaan Arsenal di persepak bolaan Inggris pertama kali diawali oleh pelatih Herbert Chapman yang melatih pada rentang tahun 1925-35 dan berhasil menjuarai beberapa kompetisi domestik Inggris (Piala FA, titel Liga Utama, dan Charity Shield) sekaligus mendominasinya dan menjadikan Arsenal sebagai kekuatan paling dominan di Inggris saat itu. Pada rentang 1940an-1960an, Arsenal hanya dapat menambah sedikit koleksi gelar domestiknya. Pada awal 1970an, Arsenal berhasil prestasi terbaik Arsenal di Eropa pertama kali yang terjadi pada musim 1969-70, di ajang Fairs Cup (pendahulu dari Piala UEFA). Arsenal menjadi juara untuk pertama kalinya dan sekaligus terakhir di ajang Fairs Cup (Fairs Cup diganti Piala UEFA sejak musim 1971-72) setelah berhasil mengalahkan klub R.S.C. Anderlecht dengan agregat 4-3 (dengan sistem home and away) Saat itu, klub ini dilatih oleh Bertie Mee. Sepanjang tahun 1980an, Arsenal berhasil menambah koleksi Arsenal dengan beberapa gelar domestik, tapi tidak dengan gelar dari kompetisi Eropa.




Era 1990-sekarang Di tahun 1991, Arsenal menjadi juara bersama dengan Tottenham di Community Shield setelah hasil kedudukan imbang 0-0 (saat itu, jika kedudukan seri maka kedua tim dianggap juara) . Puasa Arsenal akan gelar dari kompetisi Eropa akhirnya hilang setelah pada musim 1993-94, ditangan pelatih George Graham, Arsenal kembali juara di kancah Eropa, tepatnya di ajang Piala Winners setelah mengalahkan klub Parma FC dengan skor 1-0. Pada musim berikutnya, Arsenal kembali berhasil ke final di ajang yang sama, tapi kali ini mereka dikalahkan oleh Real Zaragoza dengan skor 2-1.
Kedatangan pelatih Arsène Wenger ke Arsenal pada tahun 1996 berhasil membuat Arsenal kembali berjaya dan berhasil merusak dominasi Manchester United di Liga Utama Inggris pada saat itu. Arsenal pun dibawanya berhasil menjadi runner-up di ajang Piala UEFA pada tahun 2000 setelah melawan Galatasaray lewat adu penalti 4-1 setelah kedudukan imbang. Pada musim 2003-04 hingga awal musim 2004-05, Arsenal berhasil mencetak rekor 49 pertandingan tak terkalahkan dan mematahkan rekor milik Nottingham Forest F.C. (42 kali) yang merupakan rekor tak terkalahkan terpanjang di dalam sejarah sepak bola Inggris. Pada musim 2005-06, Arsenal kembali meraih prestasi di kancah Eropa dengan menjadi finalis Liga Champions setelah dikalahkan FC Barcelona 2-1 di Stade de France, Paris.
Arsenal di masa kepelatihan Wenger mempunyai kebijakan yang bagus dalam pembinaan pemain-pemain muda yang tadinya tidak berkualitas maupun pemain berkualitas tapi kurang dikenal menjadi pemain yang mampu menunjukan telenta-talenta yang sangat luar biasa sekaligus diincar klub papan atas Eropa. Selain itu, Arsenal mempunyai kebijakan pemberian kontrak pada pemain yang telah berumur 30 tahun keatas, yaitu tidak lebih dari satu musim saja


Catatan Prestasi
13 kali juara Liga Primer, termasuk Divisi Satu sebelum 1992 (1930/31, 1932/33, 1933/34, 1934/35, 1937/38, 1947/48, 1952/53, 1970/71, 1988/89, 1990/91, 1997/98, 2001/02, 2003/04)

10 kali juara Piala FA (1929/30, 1935/36, 1949/50, 1970/71, 1978/79, 1992/93, 1997/98, 2001/02, 2002/03, 2004/05)

2 kali juara Piala Liga (1986/87, 1992/93)

12 kali juara FA Charity Shield (1930, 1931, 1933, 1934, 1938, 1948, 1953, 1991, 1998, 1999, 2002, 2004)

1 kali juara Piala Winners (1993/94)

1 kali juara Piala Fairs (1969/70)
David Danskin (9 Januari 1863 - 4 Agustus 1948) adalah seorang Insinyur Mekanik dari Skotlandia dan pesepakbola. Dia adalah seorang anggota pendiri utama Dial Square FC, kemudian berganti nama menjadi Royal Arsenal, tim yang sekarang dikenal sebagai Arsenal.

Ia bermain sebagai pemain amatir untuk Kirkcaldy Wanderers , dan di antara mereka ada juga Jack McBean dan Peter Connolly, dua pemain yang kemudian akan bergabung dengan Danskin di Royal Arsenal. Pada tahun 1885 Danskin pindah ke London untuk mencari pekerjaan yang lebih baik, dan mendapat pekerjaan di bengkel Dial Square, Royal Arsenal, Woolwich . Di sana ia bertemu dengan beberapa penggemar sepak bola, di antaranya Jack Humble dan mantan pemain Nottingham Forest, Fred Beardsley dan Morris Bates. Bersama dengan Humble, Danskin terdorong untuk mendirikan sebuah klub sepakbola para pekerja dengan mendirikan Dial Square FC.

Danskin menyelenggarakan pertandingan pertama antara sesama penggemar dan mengumumkan pendirian klub tersebut dengan nama Dial Square, dan menjabat kapten tim di pertandingan pertama mereka melawan Eastern Wanderers pada 11 Desember 1886; Dial Square menang 6-0. Danskin terus bermain untuk Royal Arsenal, sebagai klub segera berganti nama setelah itu, selama dua tahun ke depan. Namun setelah cedera yang terjadi dalam pertandingan melawan Clapton pada bulan Januari 1889, Danskin memutuskan untuk beristirahat dan hanya karang bermain setelah itu.

Arsenal berubah menjadi klub sepakbola profesional pada tahun 1891, dan meskipun Danskin yang maju untuk pemilihan komite klub pada tahun 1892, ia tidak terpilih. Dia akhirnya mengakhiri hubungan resminya dengan Arsenal dan kemudian memfokuskan diri dengan tim-tim baru dari daerah, Pabrik Royal Ordnance, yang didirikan pada 1896. Ia juga resmi sebagai wasit di pertandingan lokal. Namun ternyata ia masih mencintai Arsenal karena ia masih sering menghadiri pertandingan mereka, dan anaknya Billy digunakan untuk menjual program pada mereka Ground Manor sebagai seorang anak.

Ia kemudian mulai bisnis sendiri dengan mendirikan Perusahaan Manufaktur Sepeda di Plumstead , sebelum pindah ke Coventry pada tahun 1907 untuk bekerja di Standar Motor Company. Dalam kehidupan selanjutnya ia terganggu oleh masalah kesehatan, yang disebabkan oleh cedera kaki di sepakbola, dan mengambil pensiun dini. Namun demikian, dia sebagai salah satu anggota pendiri Arsenal ingin hidup lebih lama untuk melihat klubnya sukses. Di tahun 1930-an, ia dikabarkan pernah bersorak gembira diranjangnya ketika Arsenal menjuarai Piala FA pada tahun 1936, Setelah bertahun-tahun menderita gangguan kesehatan, Danskin meninggal di sebuah rumah sakit di Warwick pada tahun 1948, pada usia 85. Pada tahun 2007, untuk memperingati perannya dalam sejarah klub, Skotlandia Arsenal Supporters Club mempersembahkan sebuah plakat biru untuk Danskin, yang diletakkan didekat tempat kelahirannya di Burntisland.

Nama lengkap Arsène Wenger
Tanggal lahir 22 Oktober 1949
Tempat lahir Strasbourg, Perancis
Tinggi 1.93 m (6 ft 4 in)
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
1973-1975
1975-1978
1978-1981
FC Mulhouse
ASPV Strasbourg
RC Strasbourg
39 (7)
80 (20)
11 (0)
Kepelatihan
1984-1987
1987-1994
1994-1996
1997-sekarang
AS Nancy
AS Monaco
Nagoya Grampus Eight
Arsenal
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik .
Nama ini tidak asing di kalangan Gooners. Kepiawaiannya meramu skuad Arsenal membuat namanya melambung di jagad sepakbola Eropa, dan bahkan dunia. Banyak hal menarik seputar kepribadian Arsene Wenger. Simak sepuluh fakta menarik berikut ini!
1. Pada tahun 2004, Wenger mencetak sejarah klub di Liga Primer dengan membawa Arsenal tidak terkalahkan sepanjang musim liga berlangsung.
2. Karir akademis Wenger hampir seharum karirnya sebagai manajer sepakbola. Ia menamatkan tingkat strata satu pada fakultas teknik dan mengambil derajat master di bidang ilmu ekonomi dari Universitas Starsbourg.
3. Wenger banyak menguasai bahasa asing. Selain bahasa ibunya, Prancis, Wenger mampu berbicara dengan fasih bahasa Alsatian, Jerman, dan Inggris. Selain itu, ia juga mahir berbahasa Italia, Spanyol, dan Jepang.
4. Klub pertama yang ditangani Wenger adalah Nancy pada tahun 1984. Namun, tidak banyak kemajuan yang dicapai oleh Wenger. Bahkan Nancy pernah terperosok ke Ligue 2. Karirnya mulai menanjak saat ia meramu AS Monaco tiga tahun kemudian. Dan, tahun 1988, ia membawa Monaco menduduki puncak klasement Ligue1.
5. Wenger sangat terkenal dengan ambisinya membangun sebuah tim yang tidak hanya mampu memenangkan pertandingan, tapi juga yang bisa menyuguhkan tontonan menarik. Kerja sama tim juga selalu menjadi moto yang tidak pernah ia lewati saat melatih. The Times menjuluki tim asuhan Wenger pada musim 2003/04 sebagai tim yang memperagakan seni menyerang yang indah.
6. Wenger punya reputasi hebat dalam meracik pemain biasa menjadi menjadi handal dan ternama. Saat bersama Monaco, ia menggaet pemain Liberia George Weah yang tidak begitu terdengar gaungnya. Namun, ia kemudian menjadi World Player of the Year versi FIFA saat bersama AC Milan. Saat bersama Arsenal, ia membantu mengangkat pamor pemain seperti Thierry Henry, Patrick Vieira, Francesc Fàbregas, Robin Van Persie dan Kolo Touré menjadi pemain berkelas dunia.
7. Ahli strategi plus ahli ekonomi. Hal itu terbukti dengan sedikitnya biaya pengeluaran yang dibutuhkan Wenger untuk belanja pemain. Dalam setahun, menurut chairman Arsenal Peter Hill-Wood, Wenger hanya membutuhkan dana £4 juta hingga £5 juta. Hebatnya, pemain yang ia dapatkan dengan harga rendah mampu ditransfer ke klub lainnya dengan harga yang cukup melangit. Contoh paling jelas adalah Nicolas Anelka yang didatangkan dari Paris St Germain dengan hanya £500 ribu, yang kemudian dibandrol menjadi £22,3 juta saat Madrid meliriknya dua tahun kemudian.
8. Pembelian pemain Wenger juga terkenal jitu saat mendatangkan Thierry Henry, Robert Pirès dan Sylvain Wiltord. Ketiga pemain tersebut berhasil mendongkrak Arsenal menjuarai Liga Primer pada musim 2003/04.
9. Wenger dikritik oleh banyak pihak terutama pembesar sepakbola Inggris lantaran jarang menurunkan dan memainkan pemain asal negeri Ratu Elizabeth itu. Alan Pardew yang saat itu mesih membesut West Ham mengatakan, kesuksesan Arsenal bukanlah kesuksesan tim dari Inggris. Wenger merespon dengan menegaskan, sepakbola adalah seni dan bukan masalah paspor semata.
10. Ia pernah beberapa kali terlibat perseteruan seperti saat perang kata-kata dengan Jose Mourinho, dan Michel Platini. Selain itu, Wenger juga pernah bersitegang dengan hakim garis saat final Piala Carling tahun 2007. Saat itu ia mengatakan sang hakim garis “pembohong”. Akibat ulahnya, Wenger didenda oleh FA dan diharuskan membawyar denda sebesar £2500.

Mengenal Siapa Itu Pat Rice? Pendampingnya Pelatih Arsene Wenger

Pat Rice ialah pendamping Arsene Wenger di setiap pertandingan Arsenal.
Bapak kelahiran 17 Maret 1949 Belfast, Northen Ireland ini bergabung dengan Arsenal sejak july 1984.
Saat menjadi pemain sepakbola, Pat Rice membela klub Watford dengan 112 penampilan serta 1 gol.
Dan selanjutnya bergabung dengan The Gunners sejak usia 15 tahun. Di Arsenal, Pat Rise bermain sebanyak 528 penampilan sebagai Defender. Sampai saat ini Pat Rice sudah banyak mendapatkan gelar bersama Arsenal, dan sampai sekarang dia masih setia bersama The Gunners sebagai asisten pelatih.


HIGHBURY STADIUM

Highbury, kandang Arsenal sebelum Ashburton Grove, masih banyak kita yang merindukan stadion ini. Semoga sejarah Highbury ini bisa menghibur, atau setidaknya untuk pengetahuan saja. Diambil dari postingan salah satu anggota id-arsenal forum. Thanks bro, and honestly sorry for not mentioning your name here, honestly I forgot whose post is this, since this post sit on my desktop for ages !!!
Enjoy then !
Semua dimulai pada awal musim 1912-1913 saat Arsenal terpuruk di dasar klasemen liga inggris dengan hanya memenangi 3 dari total 38 match saat itu. Rumor yang beredar saat itu ialah bahwa klub diambang kebangkrutan dengan kas yang tersisa tinggal 19 pounds!!!
Pemilik Arsenal kala itu, Henry Norris, berniat menggabungkan arsenal dengan Fulham untuk menghindari kebangkrutan. Untung niat itu akhirnya urung terjadi. Jalan lain, Norris yang ketika itu menjabat sebagai anggota parlemen menggunakan koneksinya untuk membeli lapangan milik universitas St.John dengan cicilan selama 20 tahun dan bunga 20.000 pounds. Lapangan ini terletak di sebelah utara, berada di daerah yang ketika itu menjadi “milik” 2 klub lokal, Tottenham Hotspur dan Clapton Orient.
Musim baru segera dimulai dan Arsenal harus berusaha agar kandang barunya dapat selesai agar dapat tampil di kompetisi liga. Arsitek kala itu, Archibald Leitch, bersama para pekerja berhasil setidaknya memenuhi beberapa kriteria yang diharuskan dan Arsenal akhirnya dapat berlaga untuk pertama kalinya di kandang barunya, dengan kemenangan 2-1 atas Leicester Fosse.
Kondisi lapangan saat itu sangatlah tidak memadai, lapangannya tidak rata dimana disatu sisi harus dipertinggi 11 kaki, di sisi lain harus direndahkan 5 kaki. Juga para pemain yang selalu kebanjiran di kamar ganti karena belum selesainya pembangunan dan sistem drainase stadion. Salah satu peristiwa, yang bagi beberapa orang hanya dipercaya sebagai mitos belaka, adalah saat dilakukan pmbuatan fondasi, ada kuda yang secara tidak sengaja tercebur kedalam lapisan fondasinya dan terkubur hidup-hidup.
Pada tahun 1925 Herbert Chapman ditunjuk sebagai pelatih Arsenal, tahun yang sama dengan pembayaran cash sebesar 64.000 pounds oleh Norris yang membuat Highbury resmi menjadi milik Arsenal. Pada tahun 1930-1931 Highbury menjadi saksi saat Arsenal untuk pertama kalinya menjuarai liga inggris setelah di partai terakhir mengalahkan liverpool 3-1.
Pada 1932 pembangunan tribun bagian barat (west stand) dengan kapasitas 17 ribu orang dan 4 ribu tempat duduk selesai dengan menghabiskan dana 50 ribu pounds. Desain unik dilakukan oleh arsitek Claude Waterlow Ferrier dan William Binnie dengan menyertakan simbol “Bank of England Club”. Masih di tahun yang sama, Chapman berhasil meyakinkan pemerintah kota untuk mengubah nama stasiun Gillespie Road menjadi stasiun Arsenal, dan masih bertahan sampai sekarang.
Pada 9 maret 1935 tercipta rekor jumlah penonton saat Arsenal bertemu Sunderland pada partai penentuan juara liga. Di partai yang total disaksikan 73.295 penonton itu Arsenal berhasil menahan Sunderland dan memastikan gelar liga untuk ketiga kalinya secara beruntun. Di akhir musim, dilakukan pembangunan cover di tribun utara dan jam yang terkenal itu dipasang di sebelah selatan stadion.
Tahun berikutnya tribun timur selesai dibangun dan menghabiskan dana 130 ribu pounds. Tepat sebelum perang dunia kedua pecah dan menghentikan kompetisi liga, Highbury dipakai sebagai set syuting film berjudul “The Arsenal Stadium Mystery”, yang diangkat dari novel karangan Leonard Gribble dengan judul yang sama.
Periode perang dunia II, antara 1939 hingga 1945, Highbury berubah fungsi menjadi basecamp perang yang dinamakan “Air Raid Wardens”, dan berfungsi sebagai pos medis. Sebuah barak dibangun di lapangan latihan tepat di belakang clock end, yang membuat Highbury menjadi salah satu target utama bom-bom musuh. Sedikitnya 2 orang tewas saat bagian teras bagian selatan dihujani bom seberat 1000 pound.
Periode 1946-1947 highbury mulai diperbaiki dan pada 1948 dipercaya menjadi tempat pertandingan sepakbola saat Inggris menjadi tuan rumah olimpiade. 3 tahun berikutnya lampu stadion mulai dipasang. Ironisnya fasilitas lampu ini pertama kali digunakan saat diadakan partai persahabatan antara tim yang diisi petinju bertanding menghadapi tim yang diisi joki kuda. Arsenal sendiri pertama kali bertanding dengan “ditemani” penerangan saat bertemu Hapoel of Israel dan disaksikan sekitar 50 ribu penonton.
Pada 1964 Highbury dilengkapi dengan “soil heating” untuk memastikan lapangan dapat dipakai sepanjang tahun. Pada 1966 Highbury dipakai sebagai tempat pertandingan tinju antara Muhammad Ali dengan Henry Cooper. Pada partai itu, Cooper yang juga salah satu fans berat Arsenal, gagal mengalahkan Ali.
Tahun 1969, tribun barat mengalami penambahan sebanyak 5.200 kursi. Saat yang tepat dengan kemenangan 3-0 atas Anderlecht, sekaligus menebus kekalahan 1-3 di kandang Anderlecht, yang memastikan gelar eropa pertama untuk Arsenal. Masih di tahun yang sama, lapangan latihan di belakang clock end juga direnovasi dan disertai pembuatan lapangan parkir. Masa-masa clock end yang tanpa penutup berakhir pada tahun 1989 saat dilakukan penambahan kursi untuk eksekutif dan pembuatan ruangan kantor tambahan.
Pembangunan ulang daerah north bank berlangsung dari Mei 1992 hingga Agustus 1993. Salah satu “ends” yang paling terkenal di seantero inggris ini diganti dengan deretan kursi baru berkapasitas tambahan 12.000. Saat semua renovasi selesai pada akhir 1993,kapasitas Highbury telah berkurang menjadi hanya 39.000 seat.
Perkembangan sepakbola yang semakin membutuhkan dana besar membuat Highbury menjadi tidak ‘ekonomis’ lagi untuk klub sebesar Arsenal, yang memaksa Arsenal harus meninggalkan Highbury dan pindah ke stadion baru ‘Ashburton Grove’ yang hanya berjarak kurang lebih 500 meter ke arah barat daya.
Partai terakhir Highbury dilakoni saat Arsenal mengalahkan wigan 4-2, mungkin masih banyak yang ingat adegan Thierry Henry mencium tanah Highbury setelah mencetak gol ? Beberapa jam kemudian Highbury sudah rata dengan tanah.
Highbury…1913-2006


EMIRATES STADIUM

Stadion Emirates merupakan stadion sepak bola yang terletak di Ashburton Grove di Holloway, London utara, dan merupakan markas utama klub sepak bola Arsenal F.C. sejak Juli 2006. Stadion ini merupakan stadion sepak bola terbesar kedua di kompetisi Liga Utama Inggris setelah Old Trafford dan merupakan terbesar keempat di daratan Inggris setelah Stadion Wembley (London), Old Trafford (Manchester), dan Stadion Millennium (Cardiff).
Stadion ini memiliki kapasitas 60.355 penonton, menggantikan stadion lama Arsenal, Highbury yang telah dipakai Arsenal selama kurang lebih 93 tahun (1913-2006). Pembuatan stadion ini membutuhkan dana kurang lebih sekitar 430 juta poundsterling. Sebelumnya stadion ini bernama Ashburton Grove, tapi dinamai Emirates Stadium karena tim Arsenal mencapai kesepakatan dengan perusahaan penerbangan Emirates untuk mensponsori Arsenal selama 15 tahun.