Selasa, 04 September 2012

Wajah baru arsenal (part I) by: @kevin_julianto
Bagi Anda pecinta arsenal baru, mungkin Anda tidak tahu, atau mungkin juga Anda tahu. Awal musim 2011/2012, ketika saat itu Arsenal bertandang ke Old Trafford, markas MU, dan laga tersebut berkesudahan 8-2. Ya, delapan-dua!



Betapa terpukulnya semua pemain arsenal, Wenger, dan semua fans arsenal saat itu. Menurut prediksi, dengan raihan seperti itu arsenal paling top akan bertengger di posisi 10 (meski pada akhirnya Arsenal meraih posisi 3, ditangan dingin sang profesor).
Dibalik itu, momen yang memorable adalah ketika van Persie (Rvp), yang mengeksekusi penalti saat keadaan masih 2-1 untuk keunggulan MU, gagal. Mungkin darisana mental para pemain agak jatuh, hingga kebobolan 8 gol.

Musim baru dimulai, 2012/2013 benar-benar menjadi wajah baru bagi Arsenal. Disaat kabar bahwa Rvp menolak memperpanjang kontrak baru dengan Arsenal mencuat, Saya pribadi sudah memprediksi bahwa musim depan Rvp tidak akan berseragam Arsenal lagi. (Sejak saat itu setiap main PES atau Winning, Saya hampir tidak pernah lagi memasang Rvp sebagai stater, yang dipasang adalah Chamakh dan Park Chu Young). Ternyata benar, disaat bursa transfer akhirnya Rvp resmi berseragam MU mengenakan nomor punggung 20, dengan biaya transfer 24 juta pounds. ‘So, Well done Sir Alex!’

Sebenarnya kepergian Rvp bukanlah suatu masalah besar bagi Arsenal, meski diakui bahwa sosok Rvp adalah ujung tombak haus gol yang banyak membantu Arsenal meraih kemenangan penting. Namun, justru dengan sentralnya peran Rvp saat itu membuat Arsenal menjadi ‘ketergantungan’ Rvp. So, sebenarnya kepergian Rvp adalah ‘berkah’, baik bagi internal Arsenal, juga bagi MU (Wahh pastinya berkah bagi MU, di tiga laga awal, kalau tidak ada rvp mungkin MU sekarang berada di dasar klasemen ya?)
Kisah menarik hadir dari Rvp sebagai pemain anyar MU. Kegagalan mengeksekusi penalti ketika melawan MU saat berseragam Arsenal,  hal itu terulang ketika Rvp berseragam MU. Ia gagal mengeksekusi ketika melawan Southamphon. Namun hebatnya, ia membayar kesalahannya dengan mencetak hatrick perdananya sekaligus memastikan 3 poin bagi MU dan kado untuk pertandingan ke 1000 sir Alex.

Kepergian Rvp yang merupakan ‘berkah’ juga karena ia memilih tim seperti MU. Santer terdengar awalnya ia akan bergabung dengan Juventus. Untungnya dia memilih MU. Untuk masalah karirnya, jelas, MU akan lebih menjanjikan karir yang cemerlang dibanding bermain di Serie A. Selain karena Liga Primer Inggris adalah liga terbaik dunia dan ter-kompetitif, juga MU adalah tim yang ‘pasti-pasti-aja’. Dibanding Juve (meski Juve adalah tim papan atas dunia) yang kini pelatihnya kena skors, memilih MU adalah keputusan tepat.

Meski, tunggu dulu, otomatis sekarang banyak fans Arsenal yang melabeli Rvp dengan istilah ‘Judas’. Sebenarnya menyalahkan rvp terlalu seperti itu juga tidak sportif sih, karena dia punya hak untuk menentukan masa depannya, terlebih ambisi personalnya untuk mengangkat trofi. (Cuma memang, sayangnya dibanding Fabregas yang pindah ke Barcelona tahun 2011, komentar mereka beda jauh. Kalau fabregas bahkan sampai nangis dan mengatakan wenger sudah seperti ayahnya, ia akan selalu mencintai arsenal. Kalau van persie, boro-boro, dia cuma bilang tidak sabar segera menjajal karir dengan Manchester United).
berbicara tentang skor 8-2 musim lalu (maap maap disinggung lagi dikit nih), ada hal unik berkaitan dengan berakhirnya musim tersebut dan City meraih juaranya. Poin City dan MU adalah sama, 89. Namun unggul selisih gol, City akhirnya meraih juara. Sudah tahu kan berapa selisih golnya? 8, yap delapan. Berbicara EURO 2012 yang sudah berlalu, semua pasti tidak habis pikir akan penampilan Belanda, finalis Piala Dunia 2010, yang harus angkat koper dengan poin nihil alias Nol Besar. van Persie (dan belanda) dipecundangi oleh negaranya Bendtner, negaranya Podolski, dan negaranya CR7.

Apa kesimpulan dari dua kasus tadi?
Karma? Yap bisa saja. MU membobol arsenal dengan 8 gol dan pada akhirnya harus merelakan trofi Liga Inggris karena selisih 8 gol. Setelah menunda-nunda kontrak dan memiliki keinginan ‘membelot’ dari Arsenal, Rvp harus dipecundangi di EURO 2012 dengan poin Nol.
Satu keinginan Rvp yang mendasari pindahnya ia dari Arsenal adalah ingin mengangkat trofi. (Padahal, arshavin saja bisa melakukannya tanpa harus pindah dari Arsenal, dengan cara bermain sebagai status pinjaman di Zenit, ia meraih trofi liga Rusia, dan ngomong-ngomong tentang trofi, Park Chu Young lebih dulu angkat trofi dari Rvp, yaitu medali perunggu Olimpiade 2012). Kembali ke keinginan Rvp angkat trofi, dengan skuad Arsenal sekarang, kerja kerasnya dan spirit yang dimiliki,  jika Tuhan mengizinkan, justru Arsenal yang akan mengangkat Trofi.

Tanpa van Persie, Arsenal masih ada stok penyerang Giroud, Podolski, Cazorla,Arshavin, Chamakh, (sayangnya Park Chu Young lagi dipinjamkan ke Celta Vigo,good job PCY! Semoga musim depan masuk skuat inti Arsenal), dan comebacknya Wilshere, si pemilik nomor punggung 10.
dan Ya! Cleansheet, dan kemenangan 2-0 atas Liverpool di Anfield. Menjadikan titik balik awal kebangkitan Arsenal dengan wajah barunya.
 

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar